Saturday, 29 September 2018

Mengapa Ada Orang yang Mudah Berkeringat Banyak? | Terapi Keringat Berlebih

Mudah Berkeringat

Gampang berkeringat banyak walau tak sedang olahraga, ternyata penyebabnya bukan karena jenis kelamin Anda adalah pria.

mudah berkeringat


Gejala keringat berlebih umumnya ditandai dengan pakaian yang mudah basah walau baru berolahraga selama 5 menit, berjalan beberapa langkah pun keringat sudah keluar, atau keyboard komputer menjadi sedikit basah akibat telapak tangan yang mengeluarkan banyak keringat.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Physiology, banyak atau sedikitnya keringat yang keluar tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin. Jadi, apa yang menyebabkan keringat sangat berlebih?

Menurut ilmu pengetahuan umum, keringat keluar saat tubuh berusaha mendinginkan suhu. Namun, para peneliti mencoba mencari tahu apa penyebab tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat.

Jadi, dalam penelitian ini peneliti melihat kebiasaan berkeringat pada 36 pria dan 24 wanita dalam dua uji coba tes yang berbeda.

Pada bagian pertama, peserta diminta menyelesaikan latihan sepeda ringan pada suhu 27 derajat celcius dengan 36% kelembaban selama 45 menit.

=====

Mudah Berkeringat


Herbal alami obat mudah berkeringat dan terapi keringat berlebih:

Teh Daun Sage Indonesia Hyperhidrosis Center 200 gram

https://tokopedia.link/wfPNAinOkQ

=====

Pada bagian kedua, mereka bersepeda dalam kondisi yang sama dalam intensitas moderat.

Yang cukup menarik, setelah melibatkan faktor suhu dan aktivitas, para peneliti menemukan bahwa jenis kelamin tidak menentukan berapa banyak Anda berkeringat, tapi bentuk dan ukuran tubuhlah yang memengaruhi.

Dengan kata lain, bukan berarti bahwa orang-orang yang berkeringat lebih banyak karena mereka adalah pria, melainkan karena bentuk dan ukuran tubuh yang lebih besar.

Pria dan wanita dengan bentuk dan ukuran tubuh yang lebih kecil umumnya akan mengusir panas dari tubuh melalui peningkatan sirkulasi.

“Sementara itu, individu dengan bentuk dan ukuran tubuh yang lebih besar akan mendinginkan tubuh dengan cara mengeluarkan keringat,” kata peneliti.

Mencapai berat badan ideal bisa menjadi cara mengurangi keringat berlebih. Namun, bila keringat tetap saja banyak keluar walau Anda tak ada masalah dengan berat badan, berkonsultasilah kepada dokter kulit untuk melihat apakah keringat ekstrim mengarah pada gangguan hiperhidrosis.

Walau tak menyebabkan masalah kesehatan serius, kondisi tersebut tentu dapat memengaruhi aktivitas bahkan percaya diri.

Herbal alami obat mudah berkeringat dan terapi keringat berlebih:

Teh Daun Sage Indonesia Hyperhidrosis Center 200 gram

https://tokopedia.link/wfPNAinOkQ

Baca juga: Penyebab Tangan Berkeringat Adalah Penyakit, Mitos atau Fakta?



Mudah Berkeringat

=====

Sumber: https://lifestyle.kompas.com

Sering Keluar Keringat, Apakah Berbahaya? | Terapi Keringat Berlebih

Sering Keluar Keringat

Berkeringat merupakan suatu mekanisme untuk menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu ruang yang ditandai dengan pengeluaran cairan dari dalam kulit. Namun tahukah Anda jika ada orang yang terlalu sering berkeringat atau selalu berkeringat setiap saat? Hal ini dikenal dengan hiperhidrosis, kondisi medis yang dapat disebabkan kelainan ataupun tanda perkembangan penyakit tertentu.

sering keluar keringat


Apa itu hiperhidrosis?


Hiperhidrosis adalah suatu kondisi di mana tubuh menghasilkan keringat berlebih di saat tubuh tidak seharusnya berkeringat, seperti saat cuaca dingin, bahkan saat tidak ada pemicu untuk berkeringat. Gejala keringat berlebih dapat muncul dengan frekuensi yang bervariasi, minimal satu hari dalam seminggu. Bagian tubuh yang berkeringat dapat bervariasi atau bahkan seluruh tubuh baik bagian kanan dan/atau bagian kiri, namun terdapat beberapa tubuh yang paling sering berkeringat, di antaranya:


  • Ketiak
  • Telapak tangan dan kaki
  • Wajah hingga dada
  • Sekitar selakangan


=====

Sering Keluar Keringat


Herbal alami obat sering keluar keringat dan terapi keringat berlebih:

Teh Daun Sage Indonesia Hyperhidrosis Center 200 gram

https://tokopedia.link/wfPNAinOkQ

=====

Seberapa umumkah kelainan hyperhidrosis?


Tidak diketahui secara pasti berapa banyak individu yang mengalami hiperhidrosis di Indonesia. Di negara lain seperti di Amerika Serikat, berdasarkan suatu penelitian tahun 2016, diperkirakan terdapat 15,3 juta orang yang mengalami kondisi hyperhidrosis atau sekitar 5 orang dari setiap 100 penduduk sedang di Inggris persebaran lebih rendah atau sekitar 3 orang dari setiap 100 penduduk. Persebaran di Asia lebih banyak pada ras keturunan Jepang yang memiliki peluang 20 kali lebih tinggi mengalami hiperhidrosis dibandingkan ras lainnya.

Baik laki-laki maupun perempuan memiliki peluang yang sama untuk mengalami hiperhidrosis. Diperkirakan kondisi ini diturunkan orang tua kepada anaknya, dengan peluang lebih besar sekitar 30-50% penderita memiliki riwayat keluarga hiperhidrosis. Gejala hiperhidrosis pertama kali dapat muncul pertama kali pada setiap usia, namun munculnya gejala dan perkembangan sebagian besar terjadi pada usia remaja hingga dewasa awal.

Jenis dan penyebab hyperhidrosis
Berdasarkan penyebabnya, kondisi hyperhidrosis dibedakan menjadi dua jenis, primer dan sekunder:

Primer (Primary Focal Hyperhidrosis) – kelainan yang terjadi dalam lingkup keluarga yang dipicu disregulasi saraf autonom, regenerasi saraf simpatetik yang abnormal atau distribusi abnormal kelenjar ekrin. Tidak ada penyebab spesifik lainnya yang menyebabkan terjadinya hiperhidrosis pada seseorang yang mengalami kondisi ini.

Sekunder (Secondary Generalized Hyperhidrosis) – kelainan hiperhidrosis yang disebabkan adanya kondisi medis ataupun penyakit lainnya yang memicu hiperhidrosis. Pada umumnya jenis hiperhidrosis ini terjadi pada usia dewasa, dan keringat muncul pada semua bagian tubuh. Jenis ini akan hilang jika kondisi atau penyakit pemicunya sudah tidak dialami oleh seseorang. Gangguan akibat penyakit utama juga menyebabkan berkeringat bahkan saat penderita sedang tertidur.

Berikut beberapa kondisi medis ataupun penyakit yang dapat menyebabkan hiperhidrosis sekunder:


  • Penyakit jantung
  • Obesitas
  • Kanker
  • Kelainan kelenjar adrenal
  • Stroke
  • Hipertiroidisme
  • Menopause
  • Gangguan pada sumsum tulang berlakang
  • Penyakit paru
  • Limfoma
  • Parkinson
  • Hipoglikemia
  • Infeksi
  • Kehamilan
  • Kecemasan
  • Pengobatan tertentu


Apakah hiperhidrosis berbahaya?


Pada dasarnya hiperhidrosis tidak mengancam jiwa seseorang dan tidak menyebabkan komplikasi lainnya. Namun individu yang mengalami hiperhidrosis sering kali merasa cemas dan tidak nyaman akan kondisinya sehingga mereka lebih menghindari kontak dengan orang lain maupun mengendalikan kondisinya meskipun dapat dikendalikan.

Segera lakukan upaya pengendalian dan konsultasikan dengan dokter umum Anda jika merasakan kondisi tersebut sudah mengganggu aktivitas, seperti:


  • Merasa bahwa harus menghindari kontak fisik dengan orang lain, seperti berjabat tangan
  • Merasa terlalu khawatir akan keringat setiap saat
  • Memilih menarik diri dari kegiatan olahraga dan belajar
  • Mengganggu pekerjaan seperti tidak bisa menulis atau mengetik
  • Terlalu sering berganti pakaian atau mandi
  • Menarik diri dari lingkungan sosial


Jika Anda memiliki kondisi penyakit yang memicu hiperhidrosis, perlu diperhatikan perkembangan penyakit Anda dan segera berobat jika kondisi berkeringat bertambah parah dan menyebabkan:


  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Disertai dengan demam, nyeri pada dada, kesulitan bernapas dan jantung berdebar
  • Dada terasa tertekan saat berkeringat
  • Gangguan saat waktu tidur


Bagaimana cara mengendalikan keringat berlebih akibat hiperhidrosis?


Pengendalian hiperhidrosis dianjurkan dilakukan dengan perubahan gaya hidup terlebih dahulu seperti:


  • Mengenakan baju tipis dan longgar
  • Menghindari pemicu berkeringat berlebih seperti konsumsi alkohol dan makanan pedas
  • Mengenakan pakaian berwarna gelap untuk menyamarkan bercak saat berkeringat.


Jika tidak berhasil dan kondisi hiperhidrosis terlalu mengganggu aktivitas Anda, terdapat beberapa terapi yang mungkin dapat ditawarkan seperti penggunaan:

Herbal alami obat sering keluar keringat dan terapi keringat berlebih:

Teh Daun Sage Indonesia Hyperhidrosis Center 200 gram

https://tokopedia.link/wfPNAinOkQ


  • Antiperspirants untuk menekan produksi keringat
  • Iontophoresis yang merupakan terapi listrik bertegangan rendah pada area tubuh yang sering berkeringat
  • Injeksi botulinum toxin untuk menghambat kinerja saraf yang memproduksi keringat di bawah lengan
  • Tindakan operasi endoscopic thoracic sympathectomy (ETS) pada area tubuh yang berkeringat dengan memutuskan saraf


Pada umumnya hiperhidrosis mempengaruhi kondisi seseorang seumur hidup, namun bagi sebagian orang gejala dapat membaik setelah dikendalikan.

Baca juga: Mengapa Ada Orang yang Mudah Berkeringat Banyak?

Sering Keluar Keringat

=====

Sumber: https://hellosehat.com

Thursday, 27 September 2018

Mitos Telapak Tangan Berkeringat | Terapi Keringat Berlebih

Telapak Tangan Berkeringat

Telapak tangan berkeringat bisa membuat seseorang menjadi malu atau minder. Untungnya, kondisi ini bisa diobati dengan mudah.

telapak tangan berkeringat


Telapak tangan Anda sering berkeringat? Bisa jadi itu pertanda Anda menderita primary focal hyperhidrosis. Primary focal hyperhidrosis merupakan kondisi di mana tubuh mengeluarkan keringat berlebih hanya di satu tempat tertentu. Misalnya di pangkal paha, kulit kepala, wajah, ketiak, telapak kaki, atau telapak tangan. Dan yang berkeringat bukan hanya salah satu telapak tangan, telapak kaki, atau ketiak, melainkan kedua-duanya.

Apa Penyebabnya?

Ada yang bilang jika telapak tangan berkeringat itu pertanda jika kita kemungkinan menderita penyakit jantung. Namun kenyataannya, itu hanyalah mitos. Telapak tangan berkeringat tidak terkait dengan kondisi lain, tidak menyebabkan penyakit, dan bukan pertanda suatu penyakit atau interaksi obat. Pada dasarnya, orang yang telapak tangannya sering berkeringat itu sehat-sehat saja, hanya keringatnya saja yang berlebihan.

Lalu, kenapa telapak tangan bisa sering berkeringat? Untuk pertanyaan yang satu ini, para ahli pun tidak mengetahui dengan pasti penyebabnya. Mereka berasumsi jika biang keroknya adalah adanya gangguan kecil pada fungsi sistem saraf. Saraf akan mengaktifkan kelenjar keringat bila kita merasa terlalu bersemangat, emosional, gugup, grogi, cemas, banyak bergerak, kepanasan, mengonsumsi makanan pedas, atau karena hormon. Ketika saraf bereaksi berlebihan, kita pun bisa banjir keringat, termasuk di telapak tangan.

Dalam beberapa kasus, telapak tangan berkeringat bisa jadi merupakan kondisi turun-temurun dalam keluarga. Oleh sebab itu, faktor genetik pun kemungkinan memegang peranan. Yang jelas, telapak tangan berkeringat bisa terjadi pada siapa saja, baik pria atau wanita. Kondisi ini biasanya berkembang pertama kali sebelum kita menginjak usia 25 tahun. Bahkan, banyak orang yang mengaku mengalami keringat berlebih ketika masih anak-anak. Tetapi tidak menutup kemungkinan telapak tangan berkeringat terjadi setelah kita berusia 25 tahun lebih.

Bagaimana mengatasinya?

=====

Telapak Tangan Berkeringat


Herbal alami obat telapak tangan berkeringat dan terapi keringat berlebih di anggota tubuh lainnya:

Teh Daun Sage Indonesia Hyperhidrosis Center 200 gram

https://tokopedia.link/wfPNAinOkQ

=====

Telapak tangan berkeringat bisa dikurangi dan diatasi dengan tips-tips berikut:

Hindari pemicu yang bisa membuat telapak tangan berkeringat lebih banyak, contohnya makanan pedas atau kepanasan.

Mengoleskan salep yang mengandung 20% aluminum chloride hexahydrate guna mencegah pori-pori keringat terbuka. Sayangnya, salep ini bisa menyebabkan atrofi (penyusutan) sel-sel pembuat keringat, dan bagi yang alergi dengan komponen obat ini tidak dapat memakainya. Selain itu, jangan pula menggunakan salep ini pada tangan yang iritasi atau terluka. Dianjurkan minta saran dokter terlebih dahulu sebelum membeli salep ini dan baca instruksi pemakaian dengan teliti sebelum mengoleskannya ke telapak tangan.

Menggunakan iontophoresis, yaitu pengobatan yang menggunakan stimulasi listrik. Dalam pengobatan untuk telapak tangan berkeringat ini, tangan dimasukkan ke dalam wadah kecil berisi air. Kemudian, arus listrik berdaya kecil akan dialirkan melalui air dari mesin khusus. Meski tidak berbahaya, iontophoresis dapat membuat kita merasa kesemutan atau tidak Sebelum memilih cara ini, diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. Jangan pula menggunakan iontophoresis jika sedang hamil, sedang menggunakan alat pacu jantung, atau terdapat implan logam dalam tubuh.

Jika tiga tips di atas tidak berhasil juga, cara terakhir yang bisa dilakukan untuk mengatasi telapak tangan berkeringat adalah dengan operasi. Operasi dilakukan antara lain untuk mengangkat kelenjar keringat di ketiak, memotong beberapa saraf yang berjalan di sisi samping tulang belakang, yang mengatur kelenjar keringat di tangan. Namun, operasi tersebut berisiko tinggi dan sangat jarang dilakukan.

Jika telapak tangan berkeringat membuat Anda menjadi malu, cemas, atau resah, jangan ragu untuk pergi ke dokter. Begitu pula jika keringat berlebih terjadi di seluruh tubuh, keringat bertambah banyak, keringat hanya terjadi di salah satu bagian tubuh, keringat dingin atau kasur menjadi basah ketika bangun tidur, atau disertai insomsia, kelelahan, haus, sering buang air kecil, dan/atau batuk.

Herbal alami obat telapak tangan berkeringat dan terapi keringat berlebih di anggota tubuh lainnya:

Teh Daun Sage Indonesia Hyperhidrosis Center 200 gram

https://tokopedia.link/wfPNAinOkQ

Baca juga: Sering Keluar Keringat, Apakah Berbahaya?



Telapak Tangan Berkeringat

=====

Sumber: https://alodokter.com